MENUJU KESEMPURNAAN SHALAT PART II
NABI
MUHAMMAD SAW DAN KEWAJIBAN SHALAT 5 WAKTU
Perintah
shalat diterima oleh Nabi Muhammad SAW ketika Allah SWT memperjalankan Nabi
Muhammad SAW pada suatu malam yang kemudian dikenal sebagai Isra' Mi'raj,
sebagaimana Allah SWT berfirman, " Maha suci Allah, yang telah
memperjalankan hambanya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al masjidil
Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya
sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya dia adalah maha
mendengar lagi maha mengetahui". (QS. Al-Isra: 1)
Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad SAW bercerita tentang perjalanan Isra'
Mi'raj yang beliau lakukan. Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra dai mengatakan
bahwa Rasulullah SAW bersabda, " Aku dibawakan Buraq (Oleh malaikat
Jibril) yaitu hewan putih tinggi, yang ukurannya lebih besar dari himar
(keledai) dan lebih kecil dari Bighal. Ia dapat melangkahkan kakinya sejauh
mata memandang. Maka, aku menaikinya sehingga aku sampai di Baitul Maqdis.
Lalu, aku mengikatnya dengan tali yang biasa dipakai oleh para Nabi. Kemudian
aku masuk ke Masjidil Aqsha, lalu aku shalat disana dua rakaat, lalu keluar.
Kemudian Malaikat Jibril membawakan aku satu wadah (gelas) yang berisi khamar
dan satu wadah (gelas) yang berisi susu. Maka aku memilih susu, lalu Malaikat
Jibril berkata kepadaku, "Engkau telah memilih kesucian".
Buraq tersebut membawaku naik ke langit, dan Malaikat Jibril meminta agar
dibukakan pintu langit, lalu ia ditanya, "Siapa Anda?" Malaikat Jibril Menjawab, "Jibril". Ia ditanya lagi, "Siapa yang bersama anda?" Malaikat Jibril menjawab, "Muhammad". Ia ditanya lagi "Apakah ia telah diutus?" Ia menjawab "Dia telah diutus". Kamipun dibukakan pintu, lalu aku bertemu Adam AS. Lalu, ia menyambutku dan
mendoakan kebaikan untukku. Setelah itu, Buraq membawa kami naik ke langit
kedua. Malaikat Jibril meminta agar dibukakan pintu, lalu ia ditanya, "Siapa
Anda?" Malaikat Jibril Menjawab, "Jibril".
Ia ditanya lagi, "Siapa yang bersama anda?" Malaikat
Jibril menjawab, "Muhammad". Ia ditanya lagi "Apakah
ia telah diutus?" Ia menjawab "Dia telah
diutus". Kamipun dibukakan pintu, lalu aku bertemu
dengan dua orang sepupuku, yaitu Isa bin Maryam dan Yahya bin Zakariya AS.
Keduanya menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.
Kemudian Buraq membawa kami naik ke langit ketiga. Malaikat Jibril meminta
agar dibukakan pintu, lalu ia ditanya, "Siapa Anda?" Malaikat
Jibril Menjawab, "Jibril". Ia ditanya lagi, "Siapa
yang bersama anda?" Malaikat Jibril menjawab, "Muhammad". Ia
ditanya lagi "Apakah ia telah diutus?" Ia
menjawab "Dia telah diutus". Kamipun dibukakan pintu, lalu aku bertemu Nabi Yusuf AS yang telah diberi
setengah ketampanan orang sedunia. Nabi Yusuf AS menyambutku dan mendoakan
kebaikan untukku.
Lalu Buraq tersebut membawa kami naik ke langit keempat. Malaikat Jibril meminta
agar dibukakan pintu, lalu ia ditanya, "Siapa Anda?" Malaikat
Jibril Menjawab, "Jibril". Ia ditanya lagi, "Siapa
yang bersama anda?" Malaikat Jibril menjawab, "Muhammad". Ia
ditanya lagi "Apakah ia telah diutus?" Ia
menjawab "Dia telah diutus". Kamipun dibukakan pintu. Lalu, aku bertemu dengan Nabi Idris AS. Ia
menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Allah Azza Wa Jalla telah
berfirman, "Kami telah mengangkatnya ketempat yang tinggi".
Kemudian Buraq membawa kami naik ke langit kelima. Malaikat Jibril meminta
agar dibukakan pintu, lalu ia ditanya, "Siapa Anda?" Malaikat
Jibril Menjawab, "Jibril". Ia ditanya lagi, "Siapa
yang bersama anda?" Malaikat Jibril menjawab, "Muhammad". Ia
ditanya lagi "Apakah ia telah diutus?" Ia
menjawab "Dia telah diutus". Kamipun dibukakan pintu . Lalu aku bertemu dengan Nabi Harun AS. Ia
menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.
Setelah itu Buraq tersebut membawa kami naik ke langit ke-enam. Malaikat
Jibril meminta agar dibukakan pintu, lalu ia ditanya, "Siapa Anda?" Malaikat
Jibril Menjawab, "Jibril". Ia ditanya lagi, "Siapa
yang bersama anda?" Malaikat Jibril menjawab, "Muhammad". Ia
ditanya lagi "Apakah ia telah diutus?" Ia
menjawab "Dia telah diutus". Kamipun dibukakan pintu. Lalu, aku bertemu dengan Nabi Musa AS. Ia
menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.
Kemudian Buraq tersebut membawa kami naik ke langit ke tujuh. Malaikat
Jibril meminta agar dibukakan pintu, lalu ia ditanya, "Siapa
Anda?" Malaikat Jibril Menjawab, "Jibril".
Ia ditanya lagi, "Siapa yang bersama anda?" Malaikat
Jibril menjawab, "Muhammad". Ia ditanya lagi "Apakah
ia telah diutus?" Ia menjawab "Dia telah
diutus". Kamipun dibukakan pintu. Lalu, aku bertemu
dengan Nabi Ibrahim AS yang sedang menyandarkan punggungnya ke al-Bait
al-ma'mur yang setiap harinya dimasuki oleh 70.000 malaikat. Malaikat tersebut
tidak masuk kembali sesudahnya (yakni 70.000 malaikat yang masuk ke al- Bait
al-Ma'mur setiap harinya sealu pendatang baru).
Setelah itu buraq tersebut membawa kami naik ke as- Sidratul Muntaha yang
daun-daunnya seperti telinga gajah dan buah-buahnya seperti bejana besar.
Tatkala perintah Allah memenuhi Sidratul Muntaha, maka as- Sidratul Muntaha
berubah dan tidak ada seorangpun makhluk Allah yang bisa menjelaskan
sifat-sifat as-Sidratul Muntaha karena sangat indahnya.
Maka Allah memberikan wahyu dan mewajibkan kepadaku shalat lima puluh kali
dalam sehari semalam. Kemudian aku turun dan bertemu dengan Nabi Musa AS, lalu
ia bertanya, “Apa yang diwajibkan tuhanmu
atas umatmu?” aku menjawab, “Lima
puluh kali shalat dalam sehari semalam.” Dia berkata, “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan. Karena sesungguhnya
umatmu tidak mampu melakukan hal itu. Sungguh aku telah menguji bani Israel dan
aku telah mengetahui bagaimana kenyataan mereka.”
Aku kembali kepada Tuhanku lalu aku memohon. “Ya Tuhan! Berilah keringanan kepada umatku!”. Maka, aku diberi keringanan lima shalat.
Lalu, aku kembali kepada Musa AS kemudian aku katakan, “Allah telah memberiku keringanan lima kali shalat”. Musa AS
mengatakan, “Sesungguhnya umatmu tidak
akan mampu melakukan hal itu, maka kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah
keringanan lagi”. Maka aku senantiasa bolak balik antara Tuhanku dengan
Musa AS.
Hingga Tuhanku mengatakan, “Hai
Muhammad! Sesungguhnya kewajiban shalat itu lima kali dalam sehari semalam. Tiap
shalat mendapatkan sepuluh kelipatan pahala. Maka, lima kali shalat menyamai lima
puluh kali shalat. Barang siapa berniat
melakukan sesuatu kebaikan, lalu tidak dilaksanakannya, maka dicatat untuknya
satu kebaikan. Kalau ia melaksanakannya, maka dicatat untuknya sepuluj
kebaikan. Barangsiapa berniat melakukan suatu keburukan namun tidak
dilaksanakannya , maka keburukan itu tidak dicatat sama sekali. Jika keburukan
itu dilaksanakannya, maka hanya dicatat satu keburukan.”
Kemudian aku turun sehingga aku sampai kepada Musa AS lalu aku
memberitahukan kepadanya, maka dia mengatakan, “Kembalilah kepada Tuhanmu dan
mintalah keringanan lagi.” Lalu aku menjawab, “Aku telah kembali kepada Tuhanku
(berulang-ulang) sehingga aku merasa malu kepadaya”.
Itulah wahyu diperintahkannya kewajiban shalat lima waktu dimana setiap
muslim yang melaksanakannya akan mendapat ganjaran pahala 10 kali lipat,
sehingga shalat wajib lima waktu pahalanya sama dengan shalat 50 waktu, subhanallah.
(Menuju Kesempurnaan Shalat, oleh Tarmidzi Abdurahman)
(Menuju Kesempurnaan Shalat, oleh Tarmidzi Abdurahman)
Komentar
Posting Komentar