KEPADA SIAPA SHALAT DIPERINTAHKAN Part 1
Bissmillahirohman'nirohim
Assalamaaikum wr. wb
disini saya ingin menuliskan mengenai SHALAT. insyallah yang saya tulis disini semunya dari sumber yang terpercaya. salah satu buku yang saya ambil adalah buku "Menuju Kesempurnaan Shalat oleh Tarmidzi Abdurahman". Semoga tulisan ini dapat menjadi ilmu yang bermanfaat untuk teman-teman, dan menjadi pahala untuk saya. Amin Allahuma Aminn
KEPADA SIAPA SHALAT DIPERINTAHKAN?
"Apakah kamu tidak mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang-bintang, gunung-gunung, pohon-pohon, dan binatang-binatang yang melata dan sebagian besar dari manusia? Dan banyak diantara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barang siapa yang dihinakan Allah, maka tidak seorangpun yang memuliakannya. sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki" (QS. Al.Hajj [2]: 18)
Dari ayat diatas menceritakan bahwa Dialah Allah semata yang berhak disembah, tiada sekutu baginya. sesungguhnya bersujud kepadanya segala sesuatu karena kebesarannya dengan sukarela dan terpaksa. sujud sega sesuatu itu dengan caranya sendiri-sendiri.
dan ayat tersebut mengatakan siapapun orang yang dihinakan allah tiada seorangpun yang dapat memuliakannya. siapakah orang yang allah hinakan? kita tidak bisa menerka-nerka karna bisa jadi kita salah satunya. tugas kita sebagai hamba allah adalah sholat, berdoa dan menjauhi segala larangannya agar kita termasuk orang-orang yang mendapat ridho Allah dunia dan akhirat.
"Dan apakah mereka tidak memmerhatikan segaa sesuatu yang telah diciptakan Allah yang bayangannya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri dalam keadaan sujud kepada Allah,sedangkan mereka berendah diri." (An-Nahl: 48)
Begitu Pula Alam
"Apakah kamu tidak mengetahui bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi..." (QS. Al-Hajj [22]: 18)
Baik dari kalangan malaikat yang ada di segala penjuru langit, ataupun semua makhluk hidup yang ada di bumi seperti manusia, jin, hewan, dan tumbuhan.
Bahkan:
"... Matahari, bulan dan bintang-bintang..." (QS. Al-Hajj [22]: 18)
sesungguhnya hal ini disebutkan sebagai pengukuhan akan kehambaan semuanya. namun, dahulu masih banyak manusia yang menyembah matahari, bulan dan bintang-bintang, serta menjadikannya sebagai tuhan sesembahan. Allah lalu menegur mereka,
"... janganlah kalian bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya." (QS. Fussilat [41]: 37).
Komentar
Posting Komentar